1. Latar Belakang
Pomparan Borsak Jungjungan Silaban Indonesia–Portibi (PBJSIP) merupakan wadah pemersatu seluruh keturunan marga Silaban, boru, dan bere yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.
Organisasi ini lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan, melestarikan adat dan budaya Batak, serta memperkuat identitas sebagai satu keturunan dari garis leluhur Borsak Jungjungan Silaban, yang berasal dari keturunan Toga Sihombing (Borsak) di Tipang.
Seiring perkembangan zaman dan penyebaran anggota ke berbagai wilayah, PBJSIP hadir sebagai sarana untuk tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan dalam semangat “Silaban Marsada”.
2. Sejarah Singkat
Marga Silaban merupakan salah satu marga tua dalam suku Batak yang berasal dari keturunan Borsak Jungjungan, anak dari Toga Sihombing.
Gelar “Silaban” berasal dari keturunan Ompu Raja Diomaoma, seorang pedagang yang dikenal membawa keuntungan bagi rekan-rekannya, sehingga mendapat gelar “Silabaan” yang kemudian menjadi nama marga.
Sebagai bentuk persatuan yang lebih luas, organisasi PBJSIP secara resmi dideklarasikan pada tanggal 10 Oktober 2010 di Lintong Nihuta, Sumatera Utara, sebagai wadah pemersatu seluruh pomparan Silaban di tingkat nasional dan global.
3. Nama dan Kedudukan
Nama organisasi ini adalah Pomparan Borsak Jungjungan Silaban Indonesia–Portibi (PBJSIP).
Organisasi ini berkedudukan di seluruh wilayah Indonesia dan dunia, dengan sekretariat yang dapat berada di domisili Ketua Umum, Sekretaris, atau lokasi lain yang disepakati oleh pengurus.
4. Asas dan Landasan
PBJSIP berlandaskan pada:
- Pancasila
- Undang-Undang Dasar 1945
- Nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Nilai kasih, gotong royong, dan kekeluargaan
- Adat dan budaya Batak yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman
5. Maksud dan Tujuan
PBJSIP didirikan dengan maksud untuk mempererat persatuan dan kesatuan keluarga besar Silaban dalam ikatan Dalihan Natolu.
Adapun tujuan organisasi ini meliputi:
- Meningkatkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan antar anggota
- Membina anggota menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab
- Menumbuhkan kecintaan terhadap bona pasogit
- Mendorong semangat tolong-menolong dalam suka dan duka
- Melestarikan serta mengembangkan adat dan budaya Batak
6. Keanggotaan
Keanggotaan PBJSIP terdiri dari:
- Anggota Tetap: anggota yang terdaftar aktif dalam punguan Silaban di tingkat sektor/wilayah
- Anggota Luar Biasa: anggota yang belum memenuhi syarat tertentu namun tetap dapat berkontribusi
Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan organisasi.
7. Struktur Organisasi
Struktur organisasi PBJSIP terdiri dari:
- Dewan Penasehat (DP)
- Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat
- Badan Pengurus Harian Wilayah (BPHW)
- Badan Pengurus Harian Sektor (BPHS)
- Punguan / Arisan (BPHPA)
Kepengurusan berjalan secara periodik selama 5 tahun dengan prinsip kebersamaan dan perwakilan keturunan.
8. Kegiatan dan Program
PBJSIP menjalankan berbagai kegiatan, antara lain:
- Kegiatan sosial (suka dan duka)
- Pelestarian adat dan budaya
- Pertemuan keluarga besar (Mubes dan kegiatan lainnya)
- Program penguatan solidaritas dan jaringan antar anggota
9. Sumber Dana
Sumber dana organisasi berasal dari:
- Iuran anggota
- Donasi
- Sumber lain yang tidak mengikat
10. Motto dan Semangat
PBJSIP memiliki motto:
“Silaban Marsada”
Yang mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekuatan dalam satu ikatan keluarga besar.